PEKANBARU,Populisnews.com – Anggota DPRD Kota Pekanbaru, dr. Meiza Ningsih, M.Keb., Sp.T.H.T.B.K.L, kembali turun ke daerah pemilihan (Dapil) untuk menjaring aspirasi warga dalam kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2025–2026, yang digelar di halaman rumah RW 01 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sail, Sabtu (8/11/2025).
Kegiatan reses ini dihadiri oleh Ketua RW 01 Muzerman, tokoh masyarakat, serta puluhan warga sekitar. Dalam sambutannya, Muzerman mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan permasalahan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.
“Saya harap masyarakat bisa meluahkan semua persoalan yang terjadi untuk kemudian diserap oleh anggota dewan. Mudah-mudahan apa yang kita sampaikan nantinya bisa diimplementasikan oleh pemerintah,” ujar Muzerman.
Sementara itu, dr. Meiza Ningsih menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas dan tanggung jawab anggota DPRD dalam menjemput aspirasi masyarakat. Menurutnya, reses bukan hanya agenda rutin, tetapi wadah untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat serta mempererat hubungan antara dewan dan warga.
dr Meiza Ningsih di tengah kerumunan warga Kelurahan Sukamaju
Namun, di tengah semangat menyerap aspirasi, Meiza tak dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kota Pekanbaru yang dinilai tidak menindaklanjuti hasil reses sebelumnya.
“Saya sebenarnya malu bercampur sedih karena hasil reses kita sebelumnya tidak terealisasi. Hal ini disebabkan apa yang kita sampaikan tidak direalisasikan oleh Pemko. Jangankan anggaran, rancangannya saja belum. Seolah-olah mereka saja yang punya anggaran,” ungkap Meiza.
Ia menambahkan, kebijakan penganuliran anggaran yang dilakukan Pemko menyebabkan banyak program hasil reses menjadi berantakan, sehingga aspirasi masyarakat seperti perbaikan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan tidak dapat dilaksanakan.
Meski begitu, Meiza menegaskan bahwa dirinya akan tetap memperjuangkan semua aspirasi yang disampaikan warga.
“Legislatif hanya sebagai penyambung aspirasi, sementara yang menjadi eksekutor adalah pemerintah kota. Harapan kita tentu semua aspirasi bisa direalisasikan. Persoalannya, pemerintah juga tidak punya cukup anggaran. Tahun ini saja fokus mereka hanya pada perbaikan jalan berlubang dan penanganan banjir,” jelasnya.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari kondisi jalan lingkungan yang rusak, keterbatasan fasilitas pendidikan, hingga akses layanan kesehatan. Menanggapi hal itu, Meiza berjanji akan terus memperjuangkan agar aspirasi masyarakat dimasukkan ke dalam program pembangunan daerah.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama warga. Meski diwarnai keluhan dan kekecewaan, suasana tetap hangat dan penuh harapan bahwa perjuangan aspirasi rakyat tidak akan berhenti di catatan reses semata.(*)