KERUMUTAN, (Populisnews) – Langkah Pemerintah Kabupaten Pelalawan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kondisi Sungai Kerumutan mendapat apresiasi dari kalangan aktivis mahasiswa.
Aktivis mahasiswa Pelalawan, Sogol, mengapresiasi sikap Bupati Pelalawan H. Zukri yang turun langsung ke PT Karya Panen Terus (KPT), Selasa (15/9/2026), sehari setelah aksi Aliansi Nelayan Peduli Sungai Kerumutan.
Menurut Sogol, kehadiran langsung kepala daerah di tengah masyarakat menunjukkan bahwa keluhan nelayan dan warga tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti melalui pemeriksaan di lapangan.
“Kami mengapresiasi Bupati Pelalawan yang turun langsung melihat kondisi di lapangan. Ini bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat, khususnya nelayan yang selama ini menggantungkan hidupnya dari Sungai Kerumutan,” ujar Sogol, Selasa (15/9).
Ia juga mengapresiasi langkah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan yang melakukan penyegelan dan penghentian sementara pada outlet IPAL Kolam 11 PT KPT.
Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan lingkungan.
“Penyegelan outlet IPAL oleh DLH merupakan langkah yang patut diapresiasi. Artinya, pemerintah tidak tinggal diam ketika ada persoalan yang harus diperiksa dan ditindaklanjuti,” katanya.
Sogol menegaskan, masyarakat maupun mahasiswa tidak menolak keberadaan perusahaan di Kabupaten Pelalawan. Namun, aktivitas industri harus tetap memperhatikan aturan dan kelestarian lingkungan.
“Perusahaan silakan beroperasi dan masyarakat juga membutuhkan lapangan pekerjaan. Tetapi jangan sampai kepentingan ekonomi mengorbankan lingkungan dan mata pencaharian masyarakat. Sungai adalah sumber kehidupan nelayan,” tegasnya.
Ia berharap langkah yang dilakukan pemerintah tidak berhenti pada penyegelan outlet IPAL. Menurutnya, pengawasan dan evaluasi harus dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan sistem pengelolaan limbah perusahaan benar-benar memenuhi ketentuan.
“Kami berharap DLH terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara terbuka. Kalau memang ada yang harus diperbaiki, perusahaan harus memperbaikinya. Yang paling penting, masyarakat mendapatkan kepastian bahwa lingkungan mereka aman,” ujarnya.
Sogol juga meminta agar suara nelayan dan masyarakat sekitar tetap dilibatkan dalam proses evaluasi. Ia menilai persoalan lingkungan tidak cukup hanya dilihat dari sisi teknis, tetapi juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
“Jangan sampai setelah kondisi ini reda, pengawasan kembali longgar. Kami akan tetap mengawal persoalan ini bersama masyarakat agar Sungai Kerumutan tetap terjaga dan nelayan bisa kembali mencari nafkah dengan tenang,” pungkasnya (Ferdinand)