Sempena Peringatan HUT Kabupaten Pelalawan ke 27, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

Senin, 12 Oktober 2026 | 19:40:16 WIB
Rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Pelalawan dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Pelalawan ke 27, Senin (12/10/2026)

PELALAWAN (Populisnews) – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Pelalawan menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para tokoh pendiri sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan daerah.
Semangat tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pelalawan yang digelar di Gedung DPRD Pelalawan, Senin (12/10/2026). Rapat dibuka secara resmi pada pukul 10.59 WIB dan dipimpin Ketua DPRD Pelalawan, H. Syafrizal, SE, didampingi Wakil Ketua I Baharudin, SH, MH, serta Wakil Ketua II Tengku Azriwardi, ST.
Peringatan hari jadi tahun ini mengusung tema “Mola Awak Bangun Pelalawan”, sebuah ajakan untuk memperkuat kebersamaan, gotong royong, dan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan demi kemajuan Negeri Seiya Sekata.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam rapat paripurna tersebut, di antaranya Bupati Pelalawan H. Zukri dan Wakil Bupati H. Husni Tamrin, Sultan Pelalawan Assayidis Syarif Kamaruddin Harun, perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, perwakilan pemerintah kabupaten tetangga, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh pendiri kabupaten, tokoh agama, tokoh masyarakat, alim ulama, cerdik pandai, pemuda, mahasiswa, serta tamu undangan lainnya.
Mewakili Gubernur Riau, hadir Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Riau, Drs. H. Helmi D, M.Pd.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Pelalawan H. Syafrizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berkontribusi dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Pelalawan.
Ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan hari jadi bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan kesempatan untuk melihat kembali perjalanan daerah, menghargai jasa para pendiri, serta mengevaluasi berbagai hal yang masih perlu dibenahi.
Syafrizal turut mengingatkan bahwa Kabupaten Pelalawan terbentuk melalui pemekaran dari Kabupaten Kampar berdasarkan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999. Sejak berdiri, daerah ini terus menjalani proses pembangunan dengan berbagai tantangan dan peluang yang harus dihadapi bersama.
Sebagai lembaga legislatif, DPRD Pelalawan, menurut Syafrizal, akan terus menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai ketentuan serta arah pembangunan daerah.
“Hingga saat ini, DPRD bersama pemerintah daerah telah membahas dan menyetujui sebanyak 340 rancangan peraturan daerah menjadi peraturan daerah,” ungkap Syafrizal.
Politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan menyamakan langkah dalam membangun Pelalawan. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, instansi vertikal, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi modal penting untuk menjawab kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks.
Sementara itu, Bupati Pelalawan H. Zukri dalam pidatonya menyoroti tantangan pembangunan yang terus berkembang, mulai dari dinamika ekonomi, perubahan sosial, hingga kemajuan teknologi digital yang menuntut pelayanan publik semakin cepat, terbuka, dan mudah diakses masyarakat.
Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari angka dan laporan administratif. Hal terpenting adalah bagaimana hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pedesaan dan daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih.
“Pemerintah Kabupaten Pelalawan berkomitmen penuh untuk terus berbenah dan fokus memastikan hasil-hasil pembangunan dapat dirasakan langsung hingga ke pelosok desa,” tegas Zukri.
Dalam kesempatan itu, Bupati memaparkan sejumlah indikator makro pembangunan Kabupaten Pelalawan. Berdasarkan data yang disampaikan dalam pidatonya, pertumbuhan ekonomi Pelalawan pada 2025 tercatat sebesar 4,96 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Riau yang mencapai 4,74 persen.
Selain itu, angka kemiskinan disebut turun menjadi 7,24 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka berada pada angka 2,42 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan daerah. Namun, pemerintah tetap dituntut menjaga konsistensi pembangunan agar pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan, perluasan kesempatan kerja, serta pemerataan akses pelayanan dasar.
Di bidang pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menghadirkan layanan Klik Pelalawan sebagai sarana pengaduan persoalan pembangunan sekaligus ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi dua arah sehingga berbagai persoalan di lapangan lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti.
Zukri juga menegaskan sejumlah prioritas pembangunan yang menjadi perhatian pemerintah daerah, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengurangan kemiskinan ekstrem melalui bantuan sosial dan beasiswa pendidikan, penguatan pelayanan kesehatan, hingga percepatan pembangunan infrastruktur jalan strategis dan konektivitas antarwilayah.
Berbagai program tersebut diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan, pelayanan kesehatan, akses ekonomi, serta kesempatan meningkatkan taraf hidup.
Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah kabupaten tetangga atas dukungan serta kerja sama yang selama ini terjalin. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi lintas wilayah agar potensi ekonomi dan pelayanan kepada masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.
Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Pelalawan pun menjadi pengingat bahwa perjalanan pembangunan masih membutuhkan kerja bersama. Tantangan ke depan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, pemerataan kesejahteraan, dan tata kelola pemerintahan yang transparan.
Melalui semangat “Mola Awak Bangun Pelalawan”, seluruh elemen daerah diharapkan terus menjaga persatuan dan memperkuat gotong royong. Pemerintah, DPRD, dunia usaha, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh warga memiliki peran penting dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dengan kebersamaan tersebut, visi Pelalawan Menawan 2029, yakni Pelalawan Maju, Ekonomi Mandiri, Aman, Nyaman, Bermarwah, dan Berkelanjutan, diharapkan tidak hanya menjadi slogan pembangunan, tetapi juga terwujud dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. (Apon H/Parlementaria/Pelalawan)
 

Terkini