PADANG,Populisnews.com – Dosen Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP), Assoc. Prof. Dr. Yuda Irawan, M.TI., MTA., menorehkan prestasi akademik dengan meraih predikat Cum Laude dan penghargaan sebagai lulusan terbaik konsentrasi Data Science pada Program Doktor Teknologi Informasi Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang.
Yuda mengikuti prosesi wisuda pada Rabu (14/10/2026) setelah menuntaskan pendidikan doktor dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96. Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya sekaligus membuka langkah menuju jenjang jabatan akademik Guru Besar.
Keberhasilan itu tidak lepas dari penelitian disertasi yang mengembangkan model Hybrid Stacking Ensemble Learning (HSEL) terintegrasi Internet of Things (IoT) untuk mengoptimalkan deteksi tingkat risiko kebakaran secara real-time.
Penelitian tersebut memadukan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), metode pembelajaran mesin berbasis ensemble learning, dan teknologi IoT untuk mendukung sistem deteksi dini risiko kebakaran berbasis data.
Model yang dikembangkan tidak hanya diuji menggunakan data meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Riau, tetapi juga melalui pengujian generalisasi menggunakan dataset NASA dan ERA5 dengan cakupan lebih dari 950 ribu data.
Untuk menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan di lapangan, Yuda turut melakukan validasi data meteorologi bersama BMKG Provinsi Riau serta pengujian perangkat IoT bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru.
Sebelum diwisuda, Yuda telah mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Program Doktor Teknologi Informasi pada 13 Agustus 2026 di hadapan enam penguji. Tahapan tersebut didahului sidang tertutup pada 18 Juni 2026.
Penyelesaian studi doktornya juga mendapat dukungan melalui Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Penelitian Tembus Publikasi Internasional
Rangkaian penelitian tersebut turut menghasilkan publikasi ilmiah pada sejumlah jurnal internasional yang terindeks Scopus, di antaranya International Journal of Robotics and Control Systems (IJRCS), yang berada pada kategori Q1 berdasarkan CiteScore Scopus, serta Engineering and Applied Science Research (EASR) dan ECTI Transactions on Computer and Information Technology (ECTI-CIT), yang masing-masing terindeks Scopus Q3.
Hasil penelitian Yuda juga dipresentasikan dalam konferensi internasional di Jakarta dan menghasilkan publikasi pada prosiding IEEE yang terindeks Scopus.
Bagi Yuda, predikat Cum Laude dan penghargaan sebagai lulusan terbaik bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan motivasi untuk terus menghasilkan penelitian yang memiliki kebaruan ilmiah dan manfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan doktor dengan predikat Cum Laude, IPK 3,96, sekaligus memperoleh penghargaan sebagai lulusan terbaik pada konsentrasi Data Science. Capaian ini bukan akhir dari proses belajar, melainkan menjadi motivasi untuk terus menghasilkan penelitian yang berkualitas, memiliki kebaruan ilmiah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Yuda.
Persiapkan Menuju Guru Besar
Saat ini, Yuda telah menduduki jabatan fungsional Lektor Kepala dengan angka kredit 700. Ia juga tengah mempersiapkan pengembangan karier akademik menuju jenjang Guru Besar.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, sejumlah artikel ilmiah hasil pengembangan penelitian lanjutannya sedang menjalani proses penelaahan sejawat (peer review) pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 yang diterbitkan oleh Springer.
Menurut Yuda, perjalanan menuju Guru Besar perlu ditopang oleh konsistensi penelitian, produktivitas publikasi ilmiah, inovasi teknologi, serta kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
“Target berikutnya adalah mempersiapkan diri menuju jabatan akademik Guru Besar. Namun, yang lebih penting bukan hanya pencapaian jabatan akademik, melainkan bagaimana penelitian yang dihasilkan dapat terus berkembang, diakui secara internasional, dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Ia berharap berbagai penelitian yang tengah dikembangkan dapat memperluas kontribusi akademik sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat melalui penerapan teknologi.
Ke depan, fokus riset Yuda diarahkan pada pendekatan Hybrid Multimodal Artificial Intelligence dengan mengintegrasikan HSEL, Industrial Internet of Things (IIoT), dan teknologi computer vision.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan dalam sistem prediksi dan mitigasi bencana hidrometeorologi, termasuk kebakaran hutan dan lahan, banjir, tanah longsor, serta kekeringan.
Di luar kegiatan penelitian, Yuda juga dipercaya sebagai Tim Penilai Jabatan Akademik Dosen LLDIKTI Wilayah XVII dan Asesor Beban Kerja Dosen (BKD) Nasional. Peran tersebut menjadi bagian dari kontribusinya dalam mendukung peningkatan mutu dan tata kelola pendidikan tinggi.
Dengan capaian doktor berpredikat Cum Laude, IPK 3,96, serta penghargaan sebagai lulusan terbaik Data Science, Yuda Irawan kini melanjutkan perjalanan akademiknya dengan fokus pada penguatan riset, publikasi internasional, dan pengembangan inovasi teknologi.(*)