PLTA Merangin Hidro Buka Data, Debit Danau Kerinci Turun Bukan Akibat Operasional PLTA

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:02:08 WIB
Coffe Morning Humas PLTA bersama wartawan dan perwakilan LSM Kerinci–Sungai Penuh di Aula Hotel Mahkota Sungai Penuh

KERINCI,Populisnews.com – Humas PLTA Merangin Hidro Kerinci, Asroli, memberikan klarifikasi terkait menurunnya debit air Danau Kerinci, Jambi. Klarifikasi tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama wartawan dan perwakilan LSM Kerinci–Sungai Penuh di Aula Hotel Mahkota Sungai Penuh, Kamis (5/2/2026).

Asroli menegaskan bahwa penyusutan debit air Danau Kerinci bukan disebabkan oleh aktivitas operasional PLTA Merangin Hidro, melainkan akibat penurunan curah hujan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Ia memaparkan hasil analisis data curah hujan yang menunjukkan bahwa sepanjang Januari 2026, intensitas hujan berada pada level sangat rendah. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap volume air Danau Kerinci.

“Kami tidak sedang membela diri. Data yang ada menunjukkan bahwa curah hujan memang turun drastis, dan hal itu berpengaruh langsung terhadap debit air Danau Kerinci,” ujar Asroli.

Menurutnya, situasi cuaca ekstrem tersebut bahkan sempat menjadi perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam periode tertentu, BNPB diketahui melakukan teknologi modifikasi cuaca berdasarkan pertimbangan teknis dan kondisi meteorologi.

Asroli menjelaskan bahwa pada umumnya teknologi modifikasi cuaca dilakukan untuk memicu turunnya hujan. Namun, pada periode tertentu, BNPB justru melakukan modifikasi agar hujan tidak turun, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan pengendalian cuaca.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kebutuhan air untuk operasional PLTA Merangin Hidro mencapai sekitar 100 meter kubik per detik. Jika seluruh kebutuhan tersebut sepenuhnya mengandalkan air dari Danau Kerinci, maka danau berpotensi mengalami kekeringan dalam waktu singkat.

“PLTA tidak hanya bergantung pada Danau Kerinci. Justru sebagian besar pasokan air kami berasal dari Sungai Batang Merangin,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama ini keberadaan Danau Kerinci justru memberikan dampak positif bagi operasional pembangkit, terutama ketika debit air danau berada dalam kondisi tinggi.

Asroli juga menegaskan bahwa dalam operasionalnya, PLTA Merangin Hidro hanya memanfaatkan sekitar 40 persen air dari Danau Kerinci untuk menggerakkan tiga unit turbin, sementara 60 persen pasokan air lainnya berasal dari Sungai Batang Merangin.

Berdasarkan data dan penjelasan tersebut, Asroli menepis anggapan yang menyebutkan bahwa PLTA Merangin Hidro menjadi penyebab utama menyusutnya debit air Danau Kerinci. **

Terkini