Zukri–PLN Tancap Gas, Listrik 24 Jam Pulau Mendol Ditargetkan Terwujud Mei 2026

Kamis, 09 April 2026 | 06:09:44 WIB
Bupati Pelalawan H Zukri menerima kunjungan Manager UP3 PLN Pekanbaru, Wilsriza Wilman bahas kabel bawah laut guna menerangi 24 jam pulau Mendol

PELALAWAN (Populisnews) – Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam menghadirkan pemerataan energi listrik kembali ditegaskan melalui langkah strategis Bupati Pelalawan, Zukri, yang melakukan audiensi penting bersama pihak PT PLN (Persero). Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan kabel listrik bawah laut yang akan menghubungkan daratan utama dengan Pulau Mendol—sebuah wilayah kepulauan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses listrik.

Proyek kabel listrik bawah laut ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa, melainkan sebuah langkah besar yang diharapkan mampu mengubah wajah kehidupan masyarakat di Pulau Mendol. Selama bertahun-tahun, warga setempat harus berjuang dengan keterbatasan pasokan listrik yang belum tersedia selama 24 jam penuh. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas rumah tangga, tetapi juga menghambat pertumbuhan ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik di wilayah tersebut.

Dalam audiensi yang berlangsung penuh optimisme itu, Manager UP3 PLN Pekanbaru, Wilsriza Wilman, menyampaikan perkembangan terkini dari proyek strategis tersebut. Ia mengungkapkan bahwa progres pembangunan kabel bawah laut saat ini telah mencapai sekitar 50 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa pengerjaan proyek berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Untuk progres pemasangan kabel bawah laut menuju Pulau Mendol saat ini sudah mencapai 50 persen. Kita targetkan selesai pada bulan Mei 2026,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Lebih lanjut, Wilsriza menjelaskan bahwa pembangunan kabel bawah laut memiliki tantangan teknis yang tidak sederhana. Proses pemasangan kabel harus mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari kondisi geografis dasar laut, arus laut, hingga stabilitas jaringan listrik yang akan disalurkan. Selain itu, ketersediaan arus listrik sebagai sumber utama penyaluran energi juga menjadi aspek krusial yang terus disesuaikan agar proyek berjalan lancar dan sesuai dengan standar keselamatan serta kualitas yang telah ditetapkan.

Menurutnya, PLN terus melakukan berbagai langkah teknis dan koordinasi intensif guna memastikan tidak ada hambatan signifikan selama proses pengerjaan. Tim teknis di lapangan bekerja dengan cermat dan penuh kehati-hatian, mengingat proyek ini menyangkut kepentingan jangka panjang masyarakat luas.

Pembangunan kabel listrik bawah laut ini dinilai sebagai solusi paling efektif dan berkelanjutan dalam mengatasi persoalan keterbatasan listrik di Pulau Mendol. Selama ini, masyarakat setempat masih bergantung pada sumber listrik terbatas yang belum mampu memenuhi kebutuhan secara optimal. Dengan adanya jaringan kabel bawah laut, distribusi listrik diharapkan menjadi lebih stabil, efisien, dan mampu menjangkau seluruh wilayah secara merata.

Tidak hanya itu, kehadiran listrik 24 jam juga diyakini akan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Sektor usaha kecil dan menengah (UMKM) diprediksi akan berkembang lebih pesat dengan dukungan listrik yang stabil. Aktivitas perikanan, perdagangan, hingga sektor pariwisata lokal berpotensi mengalami peningkatan signifikan.

Di sisi lain, akses listrik yang memadai juga akan memberikan dampak positif terhadap sektor pendidikan. Anak-anak di Pulau Mendol nantinya dapat belajar dengan lebih nyaman pada malam hari tanpa kendala penerangan. Fasilitas kesehatan pun akan semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan listrik tanpa henti.

Sementara itu, Bupati Zukri menyampaikan apresiasi tinggi kepada PLN atas komitmen dan keseriusan dalam merealisasikan proyek tersebut. Ia menilai bahwa pembangunan kabel listrik bawah laut ini merupakan bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN dalam menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, berkat keseriusan PLN untuk mewujudkan listrik menyala di Pulau Mendol selama 24 jam, mudah-mudahan di tahun 2026 ini sudah bisa terealisasi,” ungkapnya.

Zukri juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pelalawan tidak akan tinggal diam dalam mendukung percepatan proyek ini. Ia memastikan bahwa seluruh perangkat daerah terkait akan terus melakukan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin muncul di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan proyek ini tidak hanya menjadi tanggung jawab PLN semata, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan mendukung proses pembangunan agar dapat berjalan sesuai target.

Lebih jauh, Zukri menekankan bahwa pemerataan akses listrik merupakan bagian penting dari pembangunan daerah yang berkeadilan. Ia ingin memastikan bahwa tidak ada lagi wilayah di Kabupaten Pelalawan yang tertinggal dalam hal infrastruktur dasar, khususnya energi listrik.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai setengah jalan dan target penyelesaian yang semakin dekat, harapan masyarakat Pulau Mendol kini semakin besar untuk segera menikmati layanan listrik 24 jam. Optimisme ini tidak hanya dirasakan oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat yang telah lama menantikan perubahan signifikan dalam kehidupan mereka.

Kehadiran listrik tanpa henti di Pulau Mendol nantinya diharapkan mampu menjadi titik balik bagi kemajuan wilayah tersebut. Aktivitas ekonomi akan semakin hidup, kualitas pendidikan meningkat, serta pelayanan kesehatan menjadi lebih maksimal. Lebih dari itu, listrik 24 jam akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Proyek kabel listrik bawah laut ini menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah kepulauan yang selama ini kerap terpinggirkan. Dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, mimpi menghadirkan terang di Pulau Mendol kini bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah keniscayaan yang tinggal menunggu waktu untuk terwujud.

Jika target penyelesaian pada Mei 2026 dapat tercapai, maka tahun tersebut akan menjadi tonggak sejarah baru bagi Pulau Mendol—sebuah era di mana masyarakat dapat menikmati listrik 24 jam secara penuh, membuka lembaran baru menuju kehidupan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. (Advertorial/Pemkab Pelalawan/Apon)

 

Terkini