KERINCI (Populisnews)– Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tambak Tinggi, Kecamatan Depati Tujuh Kabupaten Kerinci. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pengembangan usaha peternakan ayam petelur yang kini mulai menunjukkan hasil menggembirakan.
BUMDes Tambak Tinggi mengelola kandang ayam petelur berukuran 9 x 16 meter dengan kapasitas populasi sebanyak 700 ekor ayam. Program ini telah berjalan selama 26 minggu masa pemeliharaan, dan dalam dua minggu terakhir telah memasuki masa panen.
Kades Tambak Tinggi Sri Usiarto Putra menyampaikan produksi telur saat ini cukup stabil, peran serta masyarakat menjadi modal penting dalam suksesnya Budi daya ayam petelur yang dijalankan oleh BUMDes.
“Dalam kondisi normal, hasil panen mencapai sekitar 650 butir telur per hari. Ini menjadi pencapaian yang baik dan menunjukkan bahwa usaha ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan,” ujarnya.
Produksi telur harian tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat desa, tetapi juga mulai dipasarkan ke wilayah sekitar. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan desa sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Program peternakan ayam petelur ini merupakan bagian dari strategi BUMDes Tambak Tinggi dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Dengan memanfaatkan lahan dan sumber daya yang ada, desa mampu menghasilkan bahan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Ke depan, BUMDes berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi, baik melalui penambahan populasi ternak maupun pengembangan fasilitas kandang. Selain itu, peningkatan kualitas pakan dan manajemen pemeliharaan juga menjadi fokus utama guna menjaga produktivitas ayam tetap optimal.
Camat Depati Tujuh, Indra Hermawan, S.STP.MTr.IP menyampaikan apresiasinya atas suksesnya program ketahanan pangan yng digalakkan BUMDes Tambak Tinggi, di kesempatan tersebut camat memberikan motivasi kepada pengelola BUMDes agar terus menjaga kualitas produksi serta meningkatkan manajemen usaha. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam pemeliharaan ternak, termasuk pengelolaan pakan, kebersihan kandang, dan kesehatan ayam.
Selain itu, Camat juga mendorong agar hasil produksi telur dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat sebelum dipasarkan ke luar daerah. Hal ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan lokal.
"Ternak ayam petelur ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pengelola BUMDes Tambak Tinggi untuk terus mengembangkan usaha peternakan ayam petelur sebagai salah satu pilar ekonomi desa yang berkelanjutan,"kata camat Indra di segala sela kunjungan di kandang ayam petelur milik BUMDes Tambak Tinggi, Selasa (14/4/2026)
Dengan keberhasilan awal ini, BUMDes Tambak Tinggi diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan usaha berbasis ketahanan pangan yang produktif dan berkelanjutan.
"Semoga kesuksesan ini menginspirasi desa desa lain untuk melakukan hal yang sama dalam menjaga ketahanan pangan daerah melalui ternak ayam petelur,"pungkas Camat didampingi sekcam Susila Dewi, S.Pd dan kasi keudes Eka Nursafitry, A.Md***

