Konsolidasi Pemuda dan Mahasiswa, Rusli Effendi Soroti Pentingnya Budaya sebagai Identitas Bangsa

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:32:24 WIB
Diskusi pagi yang digelar Barisan Muda Laskar Melayu Bijuangsa Nusantara di Pekanbaru, Kamis (14/5/2026).

Pekanbaru,populisnews.com – Semangat kolaborasi antara tokoh nasional, aktivis mahasiswa, dan pemuda Melayu terasa kuat dalam diskusi pagi yang digelar Barisan Muda Laskar Melayu Bijuangsa Nusantara di Pekanbaru, Kamis (14/5/2026). 

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh gagasan itu menjadi ruang bertukar pikiran terkait budaya, kepemudaan, hingga arah pembangunan Riau ke depan.

Diskusi eksklusif tersebut dihadiri langsung Panglima Barisan Muda Laskar Melayu Bijuangsa Nusantara, Indra Gunawan, didampingi Sekretaris Jenderal Tega Maulana Fitra. Sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Riau turut ambil bagian, termasuk jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau.

Tampak hadir Presiden Mahasiswa UNRI, Azhari, Menteri Kebudayaan Seni dan Olahraga Muhammad Alif, Menteri Pengabdian Masyarakat Nikia Pratama, serta Menteri Kebijakan Analisis Nasional Ade Fadly. Hadir pula Nailul Fauziah, mahasiswi Universitas Riau yang juga menjadi salah satu panitia pelaksana Melayu Nusantara Expo 2026.

Dalam forum tersebut, Indra Gunawan bertindak sebagai moderator dialog yang menghadirkan tokoh nasional Rusli Effendi sebagai narasumber utama. Rusli Effendi diketahui merupakan Ketua PMRI sekaligus Tenaga Ahli Utusan Khusus Presiden.

 

Dalam pemaparannya, Rusli Effendi menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga identitas budaya Melayu di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, budaya bukan sekadar warisan, melainkan kekuatan yang mampu memperkuat jati diri bangsa.

“Negara yang besar adalah negara yang berbudaya. Melalui momentum Kenduri Akbar Melayu Nusantara, kita ingin memperlihatkan kepada masyarakat Indonesia bahwa Riau masih kaya dengan budaya,” ujar Rusli, Kamis (14/5/2026).

Ia juga kembali menyinggung gagasan pembangunan Menara Al-Qur’an sebagai simbol kebudayaan dan religiusitas Bumi Lancang Kuning yang pernah ia inisiasi sebelumnya.

Tak hanya membahas kebudayaan, Rusli Effendi turut memberikan motivasi mengenai pentingnya membangun organisasi yang kuat dan berpengaruh. Ia menyampaikan tiga poin penting yang menurutnya harus dimiliki organisasi mahasiswa maupun kepemudaan.

"Pertama, organisasi harus diperhitungkan melalui kompetensi dan kapasitas yang mumpuni. Kedua, organisasi harus disegani dengan menjaga integritas dalam setiap gerakan. Ketiga, organisasi minimal harus memiliki keberanian untuk menyuarakan kebenaran sebagai bentuk kontrol sosial terhadap berbagai persoalan di masyarakat," ucap mantan Anggota DPRD Riau ini.

Sementara itu, Panglima Barisan Muda Laskar Melayu Bijuangsa Nusantara, Indra Gunawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara tokoh senior dan generasi muda dalam mengawal pembangunan daerah berbasis nilai budaya Melayu.

Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, pemuda, dan tokoh masyarakat sangat penting agar Riau tidak kehilangan identitas budaya di tengah arus modernisasi.

“Diskusi ini bukan hanya ruang silaturahmi, tetapi juga wadah menyatukan gagasan dan langkah bersama untuk masa depan Riau yang lebih baik,” katanya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan diskusi santai yang semakin mempererat hubungan antara tokoh nasional, pengurus Laskar Melayu, dan aktivis mahasiswa dari berbagai kampus di Riau.(*)

Terkini