Rohil (PNC) Upaya membangun budaya antikorupsi tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan membentuk karakter generasi muda sejak dini.
Komitmen itulah yang diwujudkan Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melalui kegiatan sosialisasi bertajuk "Penanaman Nilai-Nilai Integritas Sejak Dini untuk Membentuk Generasi Cerdas, Jujur, dan Berkarakter Mulia" yang digelar di Kecamatan Pekaitan, Rabu (15/7/26).
Kegiatan menjadi bagian dari langkah preventif dalam memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah, sekaligus menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan etika kepada peserta didik sebagai bekal menghadapi masa depan.
Sosialisasi diprakarsai Kepala Inspektorat H Sarman Syahroni ST MIP CCGAE, dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HM Nurhidayat SH MH, penyuluh antikorupsi, pemerintah kecamatan, Kepala SMP Negeri 1 Pekaitan, Kepala SD Negeri 007 Pekaitan, para guru, serta peserta sosialisasi.
" Menanamkan nilai integritas sejak dini merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang cerdas, jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki karakter mulia. Sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun budaya antikorupsi sejak awal," katanya.
Kepala Inspektorat Rohil H Sarman Syahroni bersama Kadisdikbud HM Nurhidayat dan narasumber, serta peserta usai kegiatan Penanaman Nilai-Nilai Integritas Sejak Dini untuk Membentuk Generasi Cerdas, Jujur, dan Berkarakter
Kegiatan menjadi bagian dari langkah preventif dalam memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah, sekaligus menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan etika kepada peserta didik sebagai bekal menghadapi masa depan.
H Sarman juga menegaskan pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan. Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai dari pembentukan karakter sejak usia sekolah agar nilai-nilai integritas tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
"Menanamkan nilai integritas sejak dini merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang cerdas, jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki karakter mulia. Sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun budaya antikorupsi sejak awal," katanya.
Ia menjelaskan lembaga pendidikan bukan sekadar tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk kepribadian peserta didik.
Karena itu, para tenaga pendidik diharapkan mampu menjadi teladan dengan menerapkan sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi transparansi dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.
Sementara Kepala Disdikbud Rohil HM Nurhidayat, menambahkan bahwa nilai pendidikan karakter merupakan fondasi penting mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.(*)