Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Bisa Dilalui, Satlantas Tinjau Titik Rawan Longsor KM 20–22

Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Bisa Dilalui, Satlantas Tinjau Titik Rawan Longsor KM 20–22

SUNGAIPENUH,Populisnews.com – Akses jalan nasional yang menghubungkan Sungai Penuh–Tapan, khususnya di kawasan Tapan Sako, mulai kembali dapat dilalui kendaraan setelah sebelumnya tertimbun material longsor. Meski akses telah terbuka, pengguna jalan tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena sejumlah titik di jalur tersebut masih berpotensi mengalami longsor.

Sebagai langkah antisipasi, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kerinci melalui Kanit Turjawali, IPDA Debi Rusadi, melakukan peninjauan ke sejumlah titik rawan longsor di KM 20–22 Jalan Nasional Sungai Penuh–Tapan, Senin (12/10/2026).

Peninjauan tersebut turut melibatkan Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sungai Penuh. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau kondisi jalur sekaligus mengantisipasi potensi longsor yang dapat mengganggu kelancaran dan keselamatan lalu lintas.

Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah titik di sepanjang jalur tersebut dinilai rawan mengalami longsor. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan, pihak Balai Jalan bersama Dinas PUPR telah menyiagakan alat berat agar dapat segera dikerahkan apabila dibutuhkan.

Sementara itu, akses jalan di kawasan Tapan Sako yang sebelumnya tertutup material longsor dilaporkan sudah dapat dilalui kendaraan sejak Senin siang.

Meski demikian, kondisi jalan yang berada di kawasan rawan longsor mengharuskan pengendara tetap berhati-hati. Terlebih, perubahan cuaca yang tidak menentu dapat meningkatkan risiko terjadinya longsor di sejumlah titik.

Satlantas Polres Kerinci mengimbau masyarakat yang melintasi jalur Sungai Penuh–Tapan agar mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta memperhatikan kondisi jalan dan lingkungan sekitar.

Pengendara juga diminta tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca memburuk atau terlihat tanda-tanda longsor, seperti material tanah dan bebatuan yang mulai bergerak.

Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan menjadi hal penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan, sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan yang melintasi jalur penghubung Sungai Penuh–Tapan tersebut.

Berita Lainnya

Index