KERINCI,Populisnews.com – Saluran irigasi Daerah Irigasi (DI) Lubuk Pauh, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi dilaporkan jebol di dekat bendungan induk. Akibatnya, aliran air menuju area persawahan terhenti dan mengancam ratusan hektare sawah milik petani setempat mengalami kekeringan hingga gagal panen.
Kondisi sawah warga kini mulai memprihatinkan. Tanaman padi yang seharusnya masih dalam masa pertumbuhan terlihat mulai menguning lebih cepat akibat kekurangan pasokan air.
Menurut keterangan warga, kerusakan saluran irigasi tersebut sebenarnya sudah terjadi cukup lama. Namun hingga kini belum ada penanganan serius dari pihak terkait, meski laporan sudah disampaikan melalui pemerintah desa kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci.
“Air sudah tidak mengalir ke sawah kami. Tanaman padi mulai menguning karena kekurangan air. Kalau ini dibiarkan, bisa gagal panen,” ujar salah seorang petani Lubuk Pauh dengan nada kecewa.
Pantauan di lapangan menunjukkan dinding saluran irigasi jebol di dekat bendungan induk DI Lubuk Pauh. Material bangunan yang sudah tua, ditambah ambruknya bronjong akibat terkikis arus di bagian dasar saluran, diduga menjadi penyebab utama kerusakan.
Petani setempat mengaku sangat bergantung pada saluran irigasi tersebut untuk mengairi lahan pertanian mereka. Dalam kondisi sekarang, mereka terpaksa mencari sumber air alternatif yang tentu tidak mampu memenuhi kebutuhan sawah dalam skala luas.
“Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan sesuai jargon ‘Pejuang Petani’ yang selama ini menjadi harapan masyarakat. Jangan tunggu sampai petani benar-benar merugi,” tambah warga lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kerinci, Ir. Maya Novefri Handayani, ST melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa saat ini anggaran operasi dan pemeliharaan struktur irigasi sangat terbatas.
“Untuk OP struktur saat ini tidak ada anggarannya. Tahun ini OP SDA hanya sekitar Rp300 juta. Untuk perbaikan struktur kemungkinan menunggu APBD Perubahan dan juga sudah diajukan melalui program Inpres,” ungkapnya.
Para petani kini berharap perhatian serius dari Bupati Kerinci yang selama ini dikenal dekat dengan kalangan petani. Mereka berharap adanya kebijakan cepat agar kebutuhan utama petani terhadap sumber pengairan dapat segera dipenuhi.
Situasi ini menjadi perhatian masyarakat karena sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian warga di Kecamatan Gunung Tujuh. Jika kerusakan irigasi tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan krisis air akan semakin meluas dan berdampak pada ketahanan pangan daerah.
Di sisi lain, petani juga mengaku memahami kondisi keterbatasan anggaran pemerintah saat ini akibat kebijakan efisiensi nasional. Anggaran pemerintah disebut lebih difokuskan untuk program prioritas lain seperti MBG dan pembangunan Koperasi Merah Putih.
“Petani sebenarnya mengerti kondisi anggaran sekarang. Tapi kami hanya berharap kebutuhan dasar pertanian seperti irigasi tetap menjadi prioritas. Untuk sementara, petani Desa Jernih Jaya dan Lubuk Pauh hanya bisa banyak bersabar,” ujar salah seorang tokoh adat Kecamatan Gunung Tujuh.

