Cegah Bullying dan Kekerasan di sekolah, Komnas PA Ajak Pengurus OSIS Jadi Duta Perlindungan Anak

Cegah Bullying dan Kekerasan di sekolah, Komnas PA Ajak Pengurus OSIS Jadi Duta Perlindungan Anak
Ketua Komnas PA Kabupaten Pelalawan, Erik Suhenra mengajak pengurus OSIS SMP se Rayon 1 Jadi Duta Perlindungan Anak pada kegiatan LDK OSIS.

PANGKALAN KERINCI (Populisnews.com) – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak terus diperkuat di Kabupaten Pelalawan. Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Pelalawan, Erik Suhenra, S.I.Kom., mengajak para pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) menjadi garda terdepan sebagai Duta Perlindungan Anak di sekolah.

Ajakan tersebut disampaikan Erik saat menjadi narasumber dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS se-Rayon 1 Kabupaten Pelalawan Tahun 2026–2027 yang diselenggarakan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Rayon 1 Kabupaten Pelalawan, Rabu (28/10/2026).

Dalam sesi materi public speaking, Erik tidak hanya membekali para peserta dengan kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga mendorong mereka agar mampu menjadi agen perubahan positif di lingkungan sekolah.

Menurutnya, keterlibatan pelajar, khususnya pengurus OSIS, sangat penting dalam upaya mencegah perundungan (bullying), kekerasan seksual, serta tindakan intoleransi di lingkungan pendidikan.

Para pengurus OSIS dinilai memiliki kedekatan dan intensitas interaksi yang tinggi dengan sesama siswa. Kondisi tersebut dapat menjadi modal penting untuk membangun kepedulian, mengenali potensi permasalahan, serta mendorong penanganan sejak dini.

“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman dan ramah bagi anak. Dengan melatih pengurus OSIS menjadi Duta Perlindungan Anak, mereka bisa menjadi mata, telinga, sekaligus agen perubahan bagi teman sebaya mereka. Jika ada indikasi perundungan atau kekerasan, mereka bisa membantu meredakan situasi secara aman atau segera melaporkannya kepada guru,” ujar Erik.

Dalam edukasi tersebut, Komnas PA Kabupaten Pelalawan menekankan tiga peran utama yang dapat dijalankan pengurus OSIS untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman bagi seluruh peserta didik.

Pertama, menjadi agen edukasi sebaya. Pengurus OSIS diharapkan aktif menyosialisasikan hak-hak anak, pentingnya saling menghormati, serta dampak buruk perundungan melalui kegiatan positif di sekolah.

Kedua, menjadi penghubung pelaporan yang aman. Pengurus OSIS dapat membantu teman-teman yang mengalami atau menyaksikan kekerasan agar berani mencari pertolongan dan menyampaikan laporan kepada guru atau pihak sekolah yang berwenang.

Ketiga, menciptakan ruang aman bagi siswa. Para pengurus OSIS didorong menginisiasi kampanye antiperundungan, membangun budaya saling menghargai, serta merangkul siswa yang rentan mengalami pengucilan atau diskriminasi.

Erik menegaskan, peran Duta Perlindungan Anak bukan untuk menggantikan tugas guru, konselor, maupun aparat berwenang dalam menangani kasus kekerasan. Sebaliknya, para pelajar diharapkan menjadi mitra dalam membangun kepedulian dan membantu teman sebaya memperoleh pertolongan yang tepat.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap laporan dugaan kekerasan harus ditangani secara hati-hati, menjaga privasi korban, dan tidak menyebarkan identitas maupun informasi yang dapat memperburuk kondisi anak.

Melalui kegiatan LDK OSIS ini, Komnas PA Kabupaten Pelalawan berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin, dan tanggung jawab, tetapi juga memiliki keberanian untuk membela hak-hak anak.

“Pemimpin muda bukan hanya mereka yang mampu berbicara dan menggerakkan orang lain, tetapi juga mereka yang berani peduli, melindungi teman, dan menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan,” tutup Erik.

Komnas PA Kabupaten Pelalawan berharap semangat perlindungan anak dapat tumbuh di setiap sekolah sehingga tidak ada siswa yang merasa takut, terancam, atau sendirian ketika menghadapi perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya.***

Berita Lainnya

Index