KERINCI (Populisnews) – Camat Depati Tujuh, Indra Hermawan, S.STP, M.Tr.IP, turun langsung ke lapangan untuk menuntaskan sengketa distribusi air yang melanda lahan pertanian di wilayahnya, Rabu (11/2/2026). Langkah ini diambil merespons keluhan petani di daerah hilir yang kerap tidak kebagian pasokan air akibat adanya praktik penyekatan jalur irigasi secara sepihak.
Irigasi Kasigi, yang merupakan infrastruktur vital penghubung Sungai Batang Marao dengan anak Sungai Bandar Kasigi, menjadi tumpuan bagi ratusan hektare sawah di Kecamatan Depati Tujuh dan Air Hangat. Namun, ketegangan sempat muncul lantaran adanya penyekatan di pintu air oleh masyarakat di beberapa desa bagian hulu, seperti Desa Tebat Ijuk, Desa Baru Kubang, dan Koto Majidin.
"Ditemukan adanya pembagian air yang tidak merata. Penyekatan irigasi di beberapa titik menyebabkan aliran air tidak sampai secara maksimal ke petani yang berada di bagian hilir," terang Indra Hermawan saat meninjau lokasi.
Demi menjaga kondusivitas dan memastikan keberlangsungan pertanian, Indra menawarkan solusi teknis berupa sistem jadwal buka-tutup pintu air yang adil.
"Kita tawarkan solusi pembagian waktu. Misalkan, 12 jam pintu air dibuka khusus untuk menyuplai pengairan di Desa Koto Majidin, kemudian 12 jam berikutnya dialirkan sepenuhnya untuk desa-desa di Kecamatan Depati Tujuh yang berada di bagian hilir," bebernya.
Indra menegaskan bahwa kunci dari keberhasilan solusi ini adalah kedisiplinan dan komitmen bersama. Jika pembagian waktu ini dipatuhi, maka tidak akan ada lagi pihak yang dirugikan dan praktik penyekatan liar tidak perlu terjadi lagi.
"Jika dipatuhi, semua akan mendapatkan haknya. Sawah-sawah kita sangat bergantung pada Irigasi Kasigi ini," tambahnya.
Lebih lanjut, Indra mengingatkan bahwa Irigasi Kasigi bukan sekadar saluran air teknis, melainkan urat nadi ekonomi yang menopang program ketahanan pangan di Kabupaten Kerinci. Perjuangan mengembalikan fungsi irigasi ini adalah potret nyata masyarakat tani dalam menjaga kedaulatan pangan di wilayah yang dijuluki Sekepal Tanah dari Surga ini.
"Jika air mengalir lancar sampai ke ujung irigasi, maka kemakmuran akan sampai ke dapur-dapur petani. Itulah motivasi kita saat bergotong royong menyelamatkan irigasi ini tahun lalu. Harapan saya, seluruh petani memiliki komitmen untuk berbagi air secara adil agar tidak terjadi konflik antara petani di mudik (hulu) dan hilir," tutup Indra dengan penuh harap.***

