PELALAWAN (Populisnews) - Kepala Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, S.I.K memimpin langsung upaya pemadaman dan meminimalisir risiko, dampak dan kerugian akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Teluk Meranti, Ahad (29/3/2026) Dalam giat tersebut, Polres Pelalawan menurunkan 33 personil dan di tambah bantuan dari MPA Desa Pangkalan Terap serta petugas damkar dari perusahaan yang yang beroperasindi sekitar wilayah tersebut. "Semua nya ada 65 personil yang ikut serta dalam upaya pemadaman api,"kata Kapolres John didampingi Kasat Lantas, Kasat Polairud, Kasat Samapta, Kapolsek Teluk Meranti, Kapolsek Bunut dan Camat Teluk Meranti. Lebih lanjut disebutkan oleh perwira melati dua ini, melalui aplikasi dasboard lancang kuning (DLK) hotspot terpantau di empat titik di Desa Pangkalan Terap Kecamatan Teluk Meranti pada Sabtu (28/3/2026). Lahan yang terbakar berjenis gambut dan semak belukar. "Berdasarkan Hasil pengecekan titik hotspot yang terpantau pada Dashbord Lancang Kuning terdapat 4 Titik Hotspot,"lanjut perwira John "Hari ini dilakukan Pendinginan dan Mitigasi di Lokasi Karhutla"imbuhnya AKBP John Louis mengakui lokasi dan jarak tempuh menuju ke lokasi titik hotspot yang cukup jauh menjadi kendala yang dihadapi personil di lapangan, ditambah cuaca panas terik,kontur tanah gambut kering dan mudah terbakar serta angin bertiup kencang menjadi tantangan dalam upaya mitigasi karhutla. "Upaya pemadaman semakin sulit karena sumber air di Lokasi karhutla susah,"katanya Kondisi terakhir di lokasi, beber perwira John, saat ini titik api sudah padam, hanya menyisakan asap pada tunggul dan semak yang terbakar, Kepala api sudah berhasil dipadamkan hanya tinggal titik-titik asap yg berada di tengah.
"Pendinginan sudah selesai, dan kita tetap berkoordinasi dengan pihak terkait dan masyarakat Desa Pangkalan Terap untuk melakukan monitoring apabila titik api kembali menyala. Semoga saja itu tidak terjadi,,"bebernya Kapolres Pelalawan menghimbau keras agar masyarakat menghentikan segala aktivitas pembakaran lahan dan bersama samaeningkatkan kepedulian dalam menjaga hutan dan lahan dari ancaman kebakaran. "Kami meminta kerja sama masyarakat, jangan melakukan pembakaran untuk alasan apapun, menjaga hutan adalah tugas kita bersama demi masa depan anak cucu kita".pungkas mantan Kasubdit Gakkum aditpolairud Polda Riau ini.***

