Kembangkan Teknologi AI-IoT, Dosen UHTP Yuda Irawan Raih Gelar Doktor

Kembangkan Teknologi AI-IoT, Dosen UHTP Yuda Irawan Raih Gelar Doktor
Yuda Irawan berhasil meraih gelar doktor setelah mempresentasikan disertasinya dengan baik.

PADANG,Populisnews.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP). Salah satu dosennya, Yuda Irawan, resmi meraih gelar Doktor (S3) Teknologi Informasi setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Tertutup Program Doktor Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang, Kamis (18/6/2026) pekan lalu.

Keberhasilan tersebut menjadi semakin istimewa karena diraih di Program Studi Doktor Teknologi Informasi yang telah terakreditasi "Baik Sekali" dan mengusung semangat "Lulus Tepat Waktu dan Berkualitas."

Dalam sidang tersebut, Yuda mempresentasikan disertasi berjudul "Pengembangan Model AI Baru HSEL Terintegrasi IoT untuk Optimasi Deteksi Tingkat Risiko Kebakaran Secara Real Time." Penelitian itu dibimbing oleh Promotor Prof. Dr. Sarjon Defit dan Ko-Promotor Assoc. Prof. Dr. Rini Sovi, serta didukung melalui Program Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025.

Riset yang dikembangkan Yuda menghadirkan inovasi Hybrid Stacking Ensemble Learning (HSEL) yang dipadukan dengan Industrial Internet of Things (IIoT). Teknologi tersebut dirancang sebagai sistem deteksi dini risiko kebakaran secara real time dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Menariknya, model AI yang dikembangkan tidak hanya berhasil pada data penelitian utama, tetapi juga mampu menunjukkan performa yang konsisten saat diuji menggunakan berbagai dataset lain, termasuk data meteorologi NASA dan ERA5 yang mencapai lebih dari 950 ribu data. Hasil itu membuka peluang pemanfaatan HSEL pada berbagai persoalan berbasis kecerdasan buatan.

Sebagai implementasi awal, penelitian tersebut juga menghasilkan simulasi prediksi tingkat risiko kebakaran di sejumlah kabupaten menggunakan kombinasi data meteorologi dan sensor IoT. Simulasi ini diproyeksikan menjadi fondasi sistem pendukung keputusan yang dapat membantu pemerintah daerah menentukan prioritas mitigasi di kawasan rawan kebakaran.

Pengembangan riset pun tidak berhenti sampai di situ. Saat ini, Yuda tengah mengembangkan konsep Hybrid Multimodal Artificial Intelligence, yakni mengintegrasikan Industrial IoT, model HSEL, dan teknologi pendeteksi api berbasis computer vision dalam satu platform.

Dengan pendekatan multimodal tersebut, sistem diharapkan mampu meningkatkan akurasi deteksi melalui penggabungan analisis data sensor dan informasi visual secara bersamaan.

Di bidang publikasi ilmiah, produktivitas Yuda juga patut diapresiasi. Hingga 2026, ia telah menghasilkan 51 artikel ilmiah yang terindeks Scopus, meraih H-Index Scopus 17 serta H-Index Google Scholar 33. Sejumlah hasil penelitiannya selama menempuh studi doktor juga telah dipublikasikan pada Prosiding IEEE terindeks Scopus dan jurnal internasional Scopus Q2 (IJRCS).

Menurut Yuda, keberhasilan sebuah penelitian tidak hanya diukur dari banyaknya publikasi, tetapi dari sejauh mana hasil riset mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

"Bagi saya, keberhasilan penelitian tidak diukur dari banyaknya publikasi, tetapi dari sejauh mana hasil riset dapat memberikan manfaat nyata. Karena itu, pengembangan HSEL terus diarahkan menuju hilirisasi melalui platform berbasis Industrial IoT dan Hybrid Multimodal Artificial Intelligence," ujarnya kepada media ini, Ahad (28/6/2026).

Ia menambahkan, platform tersebut ke depan akan terus dikembangkan untuk mendukung mitigasi berbagai bencana, mulai dari kebakaran hutan, banjir, tanah longsor, kekeringan hingga bencana hidrometeorologi lainnya.

Yuda juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai karya akademik semata, melainkan berkembang menjadi produk teknologi yang siap diterapkan di lapangan.

Dengan semangat hilirisasi tersebut, pengembangan HSEL, Industrial Internet of Things, dan Hybrid Multimodal Artificial Intelligence diharapkan mampu menjadi salah satu kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem teknologi mitigasi bencana di Indonesia.(*)

Berita Lainnya

Index