Tak Sekadar Penuhi Tugas Kuliah, Mahasiswa UHTP Latih Mental Bisnis Lewat Penjualan Produk UMKM

Tak Sekadar Penuhi Tugas Kuliah, Mahasiswa UHTP Latih Mental Bisnis Lewat Penjualan Produk UMKM
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UHTP pose bersama dosen kewirausahaan, Dolly Ichsan di area CFD, Ahad (28/6/2026).

PEKANBARU, Populisnews.com - Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Minggu (28/6/2026), tidak hanya dipenuhi warga yang berolahraga. Di tengah ramainya aktivitas masyarakat, puluhan mahasiswa Semester VI Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) tampak sibuk menawarkan berbagai produk UMKM kepada para pengunjung.

Mengenakan seragam kampus, para mahasiswa dibagi menjadi lima kelompok. Mereka membawa beragam produk makanan dan minuman hasil pelaku UMKM lokal untuk dipromosikan sekaligus dijual langsung kepada masyarakat. Ada yang menjajakan Roti, Keripik, Kerupuk, ada juga yang menjual Kopi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proyek Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Kewirausahaan yang bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam dunia bisnis.

Ardi dari kelompok 2 terlihat melayani pembayaran konsumen lewat E-wallet 

Salah seorang mahasiswa, yang tergabung dalam kelompok 2, Ardiansyah mengatakan, praktik lapangan ini bukan sekadar memenuhi tugas kuliah, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM di Pekanbaru.

"Kegiatan ini untuk membantu mempromosikan produk UMKM yang ada di Pekanbaru. Ini merupakan target proyek UAS Mata Kuliah Kewirausahaan," ujar Ardi yang kelompoknya kebagian menjajakan Roti produk Alan Bakery.

Menurutnya, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Banyak pengunjung CFD yang tertarik membeli produk yang ditawarkan mahasiswa sehingga kegiatan berlangsung lancar.

"Bagi kami, kegiatan ini membuka wawasan dan melatih keberanian untuk memulai berwirausaha," tambahnya.

M Farhan dari kelompok 1 terlihat mempraktekkan cara mempromosikan produk 

Hal senada juga disampaikan Sheren, mahasiswi yang tergabung dalam Kelompok 1. Ia mengaku praktik kewirausahaan di lapangan menjadi pengalaman yang sangat berkesan.

"Di sini kami belajar langsung menjadi penjual. Kami melatih mental menawarkan produk kepada konsumen, baik dengan teknik hard selling maupun story selling. Pengalaman seperti ini tidak bisa didapat hanya di dalam kelas," katanya sembari memegang produk yang dipromosikannya Kerupuk Palembang.

Kelompok 4 jajakan kripik pisang 

Sheren menilai kegiatan tersebut juga meningkatkan rasa percaya diri sekaligus memotivasinya untuk berani memulai usaha sendiri di masa depan.

Meski lima kelompok sama-sama berjualan di lokasi yang sama, ia mengaku tidak merasakan persaingan yang berarti.

"Setiap kelompok menjual produk yang berbeda sehingga memiliki target pasar masing-masing," jelasnya.

Usaha mereka pun membuahkan hasil. Kelompok Sheren berhasil menjual 19 produk dengan omzet mencapai Rp199.000, melampaui target yang telah ditetapkan.

Core bisnis kelompok 3 

Sementara itu, dosen pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan, Dolly Ichsan, S.I.Kom., M.I.Kom., menjelaskan bahwa praktik lapangan tersebut dirancang agar mahasiswa memahami proses membangun usaha secara menyeluruh.

"Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami bagaimana menemukan ide usaha, menghitung kebutuhan modal, memasarkan produk, hingga menghadapi langsung calon konsumen," jelasnya.

Menurut Dolly, mahasiswa diberi kebebasan menggunakan berbagai strategi pemasaran, baik melalui pendekatan langsung maupun dengan membangun cerita menarik tentang produk yang dijual.

Kelompok 5

Ia berharap pengalaman tersebut mampu membentuk karakter mahasiswa menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, inovatif, serta berani mengambil risiko.

"Tujuan akhirnya adalah mengubah pola pikir mahasiswa agar mampu melihat setiap tantangan sebagai peluang usaha dan menciptakan nilai bagi masyarakat," tutup dosen muda yang dikenal santai dan rileks dalam memaparkan disiplin ilmu.(*)

Berita Lainnya

Index