- Daerah
- Pelalawan
Polres Pelalawan Jemput Bola Periksa Saksi dan Korban di Desa Rawang Sari
Redaksi
Kamis, 15 Januari 2026 - 22:36:11 WIB
Personel Unit I Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan jemput bola penyelidikan di kediaman korban.
Polres Pelalawan Jemput B
Pangkalan Lesung (Populisnews.com)- Siang itu, udara Desa Rawang Sari, Kecamatan Pangkalan Lesung, terasa tenang. Di sebuah rumah sederhana, Kakek Daim duduk perlahan, menahan lelah yang kerap datang seiring usia dan kondisi kesehatannya. Jarak yang jauh dan keterbatasan ekonomi selama ini menjadi penghalang baginya untuk melangkah ke Mapolres Pelalawan. Namun hari itu berbeda keadilan justru datang mengetuk pintu rumahnya.
Dua orang Penyidik Unit I Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan yakni Jefri Zon dan Syafril Amlyand dibawah arahan Kanit I Ipda Dodo Arifin SH MH tiba dengan sikap ramah dan penuh empati. Tanpa seragam yang kaku, tanpa jarak yang mengintimidasi, mereka datang membawa tujuan sederhana namun bermakna: mendengar dan mencatat keterangan saksi dan korban secara langsung.
Langkah jemput bola ini bukan sekadar prosedur penyelidikan. Bagi Kakek Daim, kehadiran polisi di rumahnya adalah bukti bahwa hukum masih memiliki wajah kemanusiaan.
“Kalau saya harus ke Polres, butuh waktu sekitar dua jam perjalanan. Biaya rental mobil pun tidak sedikit, belum lagi kondisi badan yang sering tidak memungkinkan,” tuturnya lirih.
Di bawah kepemimpinan Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedara, S.IK, pendekatan humanis menjadi napas pelayanan kepolisian. Tidak semua warga memiliki kemampuan yang sama untuk mengakses layanan hukum.
Kesadaran itulah yang mendorong penyidik turun langsung ke lapangan, memastikan proses hukum tetap berjalan tanpa memberatkan masyarakat kecil.
“Ini bagian dari upaya kami memberikan pelayanan terbaik. Kami mungkin belum sempurna, tetapi kami selalu berusaha hadir dan membantu masyarakat,” ujar AKBP Jhon Louis Letedara, S. IK, Kamis (15/1/2026).
Bagi Kakek Daim, kalimat itu bukan sekadar pernyataan. Ia merasakannya secara nyata. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Dengan polisi datang ke rumah, saya merasa tidak sendirian. Saya merasa masih diperhatikan dan dibantu untuk mendapatkan keadilan,” ucapnya.
Di desa yang jauh dari hiruk-pikuk kota, kehadiran aparat penegak hukum dengan pendekatan yang lembut menjadi harapan baru. Bahwa hukum bukan hanya milik mereka yang kuat dan mampu, tetapi juga untuk mereka yang lemah, sakit, dan terbatas.
Kisah Kakek Daim adalah potret kecil dari upaya besar membangun kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. Ketika polisi mau melangkah lebih dekat, jarak antara hukum dan rakyat pun semakin menyempit. Dan di Rawang Sari, keadilan hari itu tak lagi harus ditempuh dengan perjalanan panjang, ia datang sendiri, menyapa dengan empati.***
Pilihan Redaksi
IndexResmi Terbentuk, Panitia Milad ke-3 PMRI Siapkan Beragam Agenda Budaya dan Religi
Jelang Muktamar XXIII, Panitia SC Al Washliyah Gelar Rapat Perdana di Senayan
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Daerah
Pemkot Sungai Penuh Buka Beasiswa 2026, Kesempatan Emas bagi Mahasiswa Kurang Mampu
Kamis, 23 April 2026 - 22:12:36 Wib Daerah
Pisah Sambut Lurah Sukamaju Berlangsung Haru, M. Nur Saleh Ajak Warga Dukung Program Kelurahan
Kamis, 23 April 2026 - 10:59:13 Wib Daerah
Skandal Sungai Tapung Memanas Warga dan Mahasiswa Bersatu, Desak Kadis DLH Dicopot Hingga Izin Perusahaan Dicabut
Ahad, 19 April 2026 - 16:22:17 Wib Daerah
Ditengah Pengetatan Fiskal, Pemkab Hidupkan Ekosistem Pariwisata Pelalawan
Rabu, 15 April 2026 - 13:29:55 Wib Daerah

