PELALAWAN (Populisnews.com)– Pagi itu, halaman SDN Bernas Pangkalan Kerinci menjadi saksi sebuah kepedulian yang menyimpan harapan besar bagi masa depan anak-anak Pelalawan. Di tengah keterbatasan ekonomi yang masih dihadapi sebagian keluarga, bantuan pakaian sekolah hadir sebagai penyemangat agar anak-anak tetap percaya diri menuntut ilmu dan meraih cita-cita.
Selasa (3/11/2026), Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M., bersama Wakil Bupati H. Husni Tamrin, S.H., menyerahkan bantuan pakaian sekolah secara simbolis kepada siswa kurang mampu dan anak yatim tingkat SD dan SMP se-Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Sebanyak 19 siswa menjadi penerima bantuan tersebut. Mereka terdiri dari 13 siswa sekolah dasar dan 6 siswa sekolah menengah pertama.
Penyerahan bantuan itu bukan sekadar kegiatan seremonial pemerintah daerah. Lebih dari itu, ada pesan kepedulian bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan meraih masa depan, tanpa harus terhalang oleh kondisi ekonomi keluarganya.
Di hadapan para siswa, kepala sekolah, sejumlah kepala OPD dan Camat Pangkalan Kerinci, Bupati Zukri menyampaikan bahwa bantuan pakaian sekolah merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap anak-anak yang membutuhkan, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan yatim.
Bagi sebagian keluarga, memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah bukan perkara mudah. Pakaian sekolah yang layak mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi anak-anak yang menerimanya, bantuan tersebut bisa menjadi penyemangat tersendiri untuk datang ke sekolah dengan lebih percaya diri.
Zukri menegaskan, pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan anak-anak Pelalawan mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk belajar dengan baik.
"Bantuan ini bukan sekadar memberikan pakaian sekolah, tetapi ada pesan bahwa pemerintah peduli terhadap pendidikan dan ingin memastikan anak-anak kita mendapatkan perhatian. Pendidikan harus menjadi prioritas, karena dari pendidikanlah kualitas sumber daya manusia ditentukan," ujar Zukri.
Di hadapan para siswa, Bupati juga menitipkan pesan sederhana namun penuh makna. Ia mengajak anak-anak agar tidak pernah menyerah dalam belajar, tetap rajin, tekun dan disiplin, serta selalu menghormati orang tua dan guru.
Menurutnya, keberhasilan tidak datang dengan sendirinya. Dibutuhkan semangat, kerja keras, doa, serta kemauan untuk terus belajar meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.
Tak berhenti sampai di situ, Zukri juga menyampaikan harapan yang lebih besar. Ia ingin ke depan seluruh anak sekolah di Kabupaten Pelalawan bisa mendapatkan bantuan pakaian sekolah secara gratis dari pemerintah daerah.
"Kami mohon doa agar cita-cita ini dapat terwujud. Kami ingin tahun depan seluruh anak-anak bisa mendapatkan bantuan pakaian sekolah. Saat ini kami terus berupaya mencari dukungan dan sumber pembiayaan agar program tersebut dapat direalisasikan," ungkapnya.
Harapan tersebut menjadi gambaran bahwa perhatian terhadap pendidikan tidak hanya berbicara tentang pembangunan gedung sekolah maupun fasilitas belajar, tetapi juga bagaimana pemerintah hadir melihat kebutuhan nyata para siswa.
Menutup sambutannya, Zukri mengingatkan pentingnya menanamkan rasa peduli terhadap sesama sejak usia dini. Ia berpesan agar kelak ketika anak-anak berhasil meraih cita-cita, mereka tidak melupakan orang-orang yang membutuhkan uluran tangan.
Sebab, menurutnya, kesuksesan bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang mencapai cita-citanya, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
Ia pun mendoakan seluruh siswa agar diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, tumbuh menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, menghormati orang tua dan guru, serta meraih kesuksesan di dunia maupun akhirat.
Dari 19 anak penerima bantuan di Pangkalan Kerinci, terselip harapan besar bagi masa depan pendidikan Pelalawan. Bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi alasan seorang anak kehilangan kesempatan untuk bermimpi, belajar, dan menggapai masa depan.
Karena sejatinya, pakaian sekolah yang diserahkan hari itu bukan hanya tentang apa yang dikenakan seorang siswa, melainkan tentang kepedulian, kesempatan, dan harapan agar setiap anak Pelalawan dapat melangkah menuju masa depan yang lebih baik.***

